Tampilkan postingan dengan label LEBAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEBAK. Tampilkan semua postingan

Siswi SMK Buang Bayi Laki-lakinya

RANGKASBITUNG – Polisi meng­ungkap kasus penemuan mayat bayi laki-laki di semak-semak Kampung Gubugan, Desa Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, pada Senin (7/1). Pelaku tak lain ibu kandung bayi yang masih duduk di kelas 1 sebuah SMK di Kecamatan Maja. Pelaku berinisial IS (17) tersebut telah ditangkap dan ditahan di Mapolsek Maja
Menurut Kapolsek Maja Komisaris Polisi (Kompol) Indra, Selasa (8/1), IS nekat karena bayi laki-laki yang dikandungnya itu bukan hasil hubungan sah. Takut ketahuan keluarga dan malu karena kekasihnya tidak mau bertang­gung jawab, IS membuang bayinya setelah dilahirkan. Proses persalinan dilakukan pelaku sendirian di dalam rumahnya. Orangtua IS pergi ke kebun. “Ketika di­lahirkan, bayi laki-laki itu hidup, tapi tidak ada tangisan. Pelaku mengira bayinya su­dah meninggal, lalu memasukkannya ke da­lam plastik dan membuangnya ke semak-se­mak di Kampung Gubugan,” jelas Indra.

Sewa Kios Dinilai Mahal

CIBEBER – Sejumlah pedagang di Pasar Cikotok, Kecamatan Cibeber, memprotes kebijakan tarif sewa kios yang dinilai terlalu mahal. Mereka juga menuding pimpinan Kecamatan Cibeber tidak transparan dalam sistem sewa kios dan terkesan tertutup dalam proses relokasi pedagang.
Kebijakan sewa kios tanpa musyawarah dengan pedagang. “Kebijakan sewa kios terlalu mahal dan memberatkan pedagang. Mereka (pimpinan Kecamatan Cibeber-red) tidak melibatkan para pedagang dalam musyawarah sewa kios dan relokasi pasar,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cikotok M Usup kepada Radar Banten, Selasa (1/1).

Pemkab Lebak optimalkan pembinaan UKM

Berita Lebak  – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, selama ini mengoptimalkan pembinaan usaha kecil dan menengah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami setiap tahun menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan pelatihan manajemen, organisasi dan pemasaran agar usaha mereka tumbuh dan berkembang,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Ujang Badrudin di Rangkasbitung, Rabu.
Ia mengatakan selama ini tahun ke tahun pelaku UKM di Lebak berkembang pesat di 28 kecamatan.
Mereka para pelaku UKM bergerak di berbagai bidang usaha antara lain kerajinan tangan dan makanan olahan tradisional.
Saat ini, jumlah UKM tercatat 14.327 unit usaha yang dikelola oleh masyarakat tersebar di 28 kecamatan.
“Dari 14.327 unit usaha UKM bisa menyerap lapangan pekerjaan hingga puluhan ribu orang,” katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan manajemen, organisasi juga kewirausahaan.

Setelah Dua Hari Tenggelam, Santri Ponpes Salafi Ditemukan

LEBAK, (KB).-
Adang bin Bahri (17) warga Kampung Katapang RT/RW 05/02, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, seorang santri di ponpes salafiyah yang tenggelam dibendungan NK Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggir Sungai Cilangkahan II betulan Kampung Gembrong, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Senin (31/12) sekitar pukul 07.00 WIB pagi kemarin.
Saat ditemukan disekitar jembatan Kampung Gembrong atau berjarak 5 km dari lokasi kejadian, korban dalam kondisi terlentang dengan tubuh bengkak tertimbun pasir dan lumpur.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa warga, tubuh korban tenggelam di bendungan NK Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping bernama Adang itu ditemukan oleh seorang warga Kampung Gembrong Desa Pagelaran, H .Dahlan. Ketika itu ia bermaksud akan mencuci ember di sungai.
Namun belum juga mencuci ember-embernya tiba-tiba, H. Dahlan melihat seonggok tumpukan menyerupai tubuh manusia. Melihat itu Ia langsung menaruh curiga, karena sebelumnya warga selama beberapa hari ramai melakukan pencarian korban yang tenggelam beberapa hari kemarin.